Kain ihram yang dikenakan SBY…

Picture of Jakarta, from top to bottom: panora...

Jakarta, Ibukota Indonesia

Jakarta, Ibukota Indonesia tercinta

Faizal Assegaf, menulis laporannya di politik.kompasiana.com, Katanya :  ” Ada berita yang tidak sedap, kabarnya SBY telanjang saat menjalani umroh di Mekah. “Kok, wartawan Istana membungkam…!”. Kalimat pendek itu memicu sebuah perbincangan serius saya dan beberapa teman aktivis tadi malam, di Caffe Doekoen, Jakarta.

Katanya, kain ihram yang dikenakan SBY, tiba-tiba tertiup angin dan lepas dari tubuhnya. “Ini kasus serius yang perlu dikonfirmasi,” ujar Haris Rusly Moti.

Menurut aktivis Petisi 28 itu, peristiwa SBY telanjang di tanah suci Mekah, sampai sejauh ini masih menjadi isu yang misteri. “Bayangkan, Tuhan pun memberikan penegasan kepada para pemimpin kita untuk lebih jujur dan transparan,” sindir Haris.

Cerita di Caffe Doekoen itu mengingatkan saya kepada Bung Karno. Yakni, dalam beberapa catatan sejarah ritual haji yang dilakukan sang proklamator, meninggalkan pesan yang mendidik kepada rakyat. Misal, Bung Karno dikabarkan pernah merangkak dan bersujud di hadapan kuburan Baginda Suci Rasullah SAW.

Sebagian kalangan menafsirkan, sikap yang diperlihatkan Bung Karno itu merupakan sebuah bentuk pembelajaran yang penting dari seorang pemimpin kepada rakyatnya. Bahwa, jadilah pemimpin umat yang sejalan dengan kepribadian Rasullah SAW, yang terkenal jujur, tulus, berahlak mulia serta peduli dengan nasib rakyat banyak. Dan terbukti Bung Karno berjuang untuk mencapai perilaku kepemimpinan yang ideal tersebut.

Kembali ke “laptop”, beredarnya isu SBY ditelanjangi di tanah suci Mekah, membuat hati saya gelisah. Bisa jadi kisah itu adalah sebuah peristiwa yang benar walaupun ditutup-tutupi oleh mereka yang kebetulan menjadi saksi atas aib yang memalukan itu.

Saya tidak bermaksud, mengatakan bahwa SBY sepantasnya menerima hukuman dari Tuhan, karenaterlampau tertutup dengan berbagai maksud yang tersembunyi di hati dan pikirannya. Namun, sebagai seorang pemimpin, sepatutnya ia mulai sadar untuk menjadi pribadi yang jujur, tulus dan berpihak kepada rakyat.

Kata bung Haris, “Kalau benar kasus SBY ditelanjangi di Mekah, maka itu pertanda bahwa Tuhan mulai menunjukan murkanya”. Entahlah, yang jelas, isu ini perlu ditelusuri kebenarannya. Jika tidak, maka kita hanya bisa mengatakan: Naudzubillah minjalik…!

Untuk teman pembaca ini akan jadi pelajaran buat kita smua, itu sebabnya saya ambil berita ini. Allah swt. akan memberi peringatan atau hukuman kepada yang berbuat dzolim, siapapun dia.

sumber tulisan :http://politik.kompasiana.com/2010/08/19/sby-telanjang-di-mekah/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: